Snippet

White Death


The White Death is a creepy story about a vengeful spirit in Mexico who hunts down anyone who knows about her existence. 


I am currently sitting in front of my computer, scared witless. Every moment could be my last. My friend is here with me and he is the sole reason why my life is in danger. It may not make sense at first, but let me explain.

It all started earlier today, when a friend of mine burst into my house and slammed the door behind him. His eyes were wide with fear and he stood there with his back against the door, breathing heavily. I asked him what had happened and he told me this story:

He had been living with his Aunt for the past year because his parents were in Mexico. They were doing mission work at a small hospital in Southern Mexico. The previous night, a bedraggled man had stumbled through the entrance of the hospital. He was screaming in Spanish and appeared to be out of his mind with terror.

They brought him over to a chair and let him sit down. As he caught his breath, he told his story in broken English. He claimed that his sister had been killed by something he referred to as “La Muerto Blanco”. He kept saying that it was coming for him next.

Confused, they asked him who or what a Muerto Blanco was. With a look of unfathomable fear on his face, he said that La Muerto Blanco was The White Death. She is the soul of a girl who died years ago. She died by her own hand, he said, alone and unloved. She hated life so much that she wanted to remove all traces of herself from the earth. So great was her desire to completely obliterate her memory, that she returned from the dead as a vengeful spirit, bent on killing all those who knew of her existence.

She is a girl, but not a girl, he said. She’s not dead, but not really alive. She has cold, black eyes that weep blood. She walks without ever actually seeming to move an inch. She stalks her victims like a wild animal, pursuing them across rivers and valleys, trailing them back to their homes. You are never really aware that she is following you, until you hear her telltale knock upon your door.

“She knocks once for you skin, which she’ll use to patch her own decaying flesh. Twice for your hair, which she’ll gnash between her teeth. Three times for your bones, which she’ll fashion into clubs. Four times for your heart, which she’ll tear out of your chest. Five times for your teeth, which she’ll polish and keep in a box. Six times for your eyes, which she’ll pluck out one by one. Seven times for your soul, which she’ll swallow whole.”

“No matter where you go, The White Death will track you down and you will hear her terrible knocking begin on the door. You can try to outrun her, but she’s faster than any mortal man. If you flee from your home while she’s knocking on your door, she will follow you wherever you go.”

The terrified man was certain that this thing had killed his sister. He had tried to tell the police, about The White Death but they would not listen, dismissing it as an old wives’ tale. Next, he had tried to tell his priest, but the priest immediately shut the door of the church in his face and turned him away. The priest had seen The White Death following him, he said, and did not want to get involved.

With his head in his hands, the frightened man said that The White Death follows you forever until you tell someone else about it. Then it strikes. It kills you and begins following the person you told.

After finishing his tale, the man stole a car from the mission hospital parking lot, and vanished into the night.

Apparently, my friend’s mother and father had immediately called his aunt and told her about the stange man they had encountered. They asked her if she had ever heard of the White Death. She said she had not and they proceeded to tell her the story that the man had told them.

The aunt got a phonecall later that night. It was the Mexican police. They told her that the parents had been found dead outside the hospital. They had been torn apart.

My friend’s aunt had immediately called him at school to break the bad news to him. As he cried, she told him she couldn’t understand what had happened. She recounted the whole story to him, telling him about the strange man who had turned up in the hospital just hours before his parents were found dead. She told him how the man had given his parents a weird and disturbing story about something called The White Death.

When he hung up the phone, he had struggled to come to terms with what had happened. It almost didn’t seem real to him. When he got home after school, he found the front door of his Aunt’s house standing open. Inside was a trail of blood, leading into the kitchen. There on the kitchen floor, he found his Aunt’s dead body. She had been torn limb from limb.

He ran out of the house and all the way across town, never looking back, until he reached my house. As he told me this story, I could hardly believe it. Within the space of a day, his mother, his father and his aunt had been murdered. It all seemed too far-fetched.
But before I could utter a word, my friend and I both recoiled in horror as we heard a knocking begin at my front door.

We’ve been staring at the door for an hour now, neither of us wanting to open it. The knocking is still going on, growing louder and louder. She never gives up. She never quits. La Muerto Blanco is unstoppable. I think she wants to scare us, my friend and I. I think she wants us to blame each other. And I do – I blame my friend. It’s all his fault. He should never have told about her.

As I sit here in my house, beside my friend, both of us listening to that hideous knocking growing ever louder, I wish a lot of things. I wish she had killed my friend before he reached my house. If he had never been able to tell me about her, I wouldn’t be in danger now. I’m sorry I ever met him.

And I’m sorry for you too. I’m sorry I made you read this story. I’m sorry I ever told you about the White Death. Because now that you know about her, she’ll be coming for you next.


Kisah ini adalah sebuah kisah urban legend yang sangat menakutkan dari Negara Korea tentang seorang gadis yang di bunuh pada malam hari di sebuah lift/elevator. Kasus ini sangat terkenal sebagai ''Pembunuhan di Lift''.
Ada seorang gadis Korea berusia 19 tahun berinisial "A" (maaf nama asli tidak disebutkan) yang menghadiri sebuah acara di universitas di kota besar Korea. Suatu malam, ia harus tetap berada di ruang perpustakaan untuk menyelesaikan sebuah proyek dan membuat gadis itu pulang pada larut malam.
Gadis itu tinggal di lantai 14 di sebuah gedung apartemen yang tidak begitu jauh dari universitas, proyek yang ia kerjakan di universitas pun telah selesai kemudian ia bergegas pulang dan sampai di sebuah apartemen, ia berdiri di pintu masuk dan menekan tombol untuk memanggil lift. Ketika lift tiba dan pintu lift terbuka ia pun langsung melangkah masuk dan menekan tombol untuk menuju ke lantai yang ditujunya. Sesaat pintu lift akan segera menutup, ada seorang pria yang sedang berlari menuju lift, pria itu sungguh terlihat lelah dan mengulurkan tangannya untuk menghentikan penutupan pintu. Kemudian, ia melangkah masuk ke lift dan berdiri di sampingnya.
 "Permisi, apakah anda tinggal di lantai 14?", tanya pria itu, sambil melihat tombol lift menyala.
"Ya", jawab gadis itu sambil terdiam.
"Ohh", kata pria itu sambil tersenyum padanya.
"Kebetulan sekali ya, saya tinggal di lantai 13 hanya beda 1 lantai."sahut pria itu sambil menekan tombol lift nomor 13.
Melalui jendela di pintu lift, gadis itu hanya menyaksikan lantai yang sedang berlalu menuju ke atas, dan keduanya pun berdiri dalam keadaan hening dan terdiam. Gadis itu melirik beberapa kali kepada pria itu, kemudian mereka kebetulan berpapasan dalam satu pandangan, pria itu tersenyum manis kepadanya, dan gadis itu merasa malu dan pipinya pun memerah. Saat itu, lift berhenti di lantai 13, pintu lift pun terbuka dan pria itu melangkah keluar dari lift.
"Sampai nanti ya.." kata pria itu sambil tersenyum.
"Ya dengan senang hati, sampai ketemu lagi," jawab gadis itu dengan nada riang.
Kemudian pintu lift itu menutup, dan tiba-tiba saja pria itu berbalik dan menoleh kepadanya, dan menarik sebuah benda dari dalam jasnya, benda itu adalah sebuah pisau dapur yang tajam. Dan pria itu berkata pada gadis itu, dengan suara mengancam.
"Hey! Lantai atas, aku tunggu kau!" kemudian pria itu tertawa seperti orang gila, dan pria itu berlari menuju tangga menuju lantai 14.
 Gadis itu pun mulai merasa panik dan takut, kemudian ia memukul-mukul tombol lift dengan keras dan berusaha untuk menghentikan laju lift, tetapi usahanya itu pun tidak ada gunanya dan ia pun putus asa. Ketika ia sampai di lantai 14 dan pintu lift pun telah terbuka, pria yang membawa pisau itu pun sudah berdiri di sana, menunggunya, dan siap untuk membunuhnya.
Di Negara Korea, para penduduknya mengatakan bahwa kasus ini bukan hanya sekedar kisah urban legend tetapi kasus ini adalah sebuah KISAH NYATA. Di kabarkan seorang gadis berinisial "A" itu ditemukan tewas, ditikam sampai mati di dalam lift. Para penduduk mengatakan bahwa bagian terburuk dalam kasus kematian lift ini adalah bukan kematian dari gadis itu, melainkan penderitaan yang di alami gadis itu dengan ancaman pembunuhan dalam menuju ke lantai 14, dan perasaan takut yang dipenuhi dengan keputus asaan, terjebak dalam lift sambil memukul tombol lift supaya berhenti, kemudian ia tahu bahwa ia akan mati di lantai 14. Para penduduk telah mengklaim bahwa di dalam kasus ini ada suatu alasan mengapa di setiap lift sekarang telah tersedia memiliki tombol berhenti.

Pada suatu malam ada seorang pemuda (sebut saja namanya Budi) sedang menempuh perjalanan dari Surabaya ke Jakarta dengan menggunakan bis malam. Di tengah perjalanan, saat bis tersebut berhenti di sebuah terminal, seorang kakek tua naik dan menawarkan buku-buku bacaan pada semua penumpang.
Sesampainya di kursi Budi bapak tua itu pun menawarkan dagangannya

“Bukunya mas? Ada macam-macam nih. Buku silat, cinta-cintaan, agama, dan lain-lain”, ujar sang kakek dengan logat khas jawa tengah.

Budi yang kebetulan sedang tidak bisa tidur pun tertarik. “Ada buku misteri atau horor gak kek?”

“Oh suka cerita horor yah?”, jawab si kakek. “Kebetulan ada sisa satu mas. ini cerita dan pengalaman nyata, kata teman saya yang pernah baca, katanya ceritanya bagus mas dan memang benar-benar horor, karena kebetulan diangkat dari kisah nyata dan pengalaman orang. Ceritanya tentang bis yang ditinggali banyak Arwah penasaran. Judulnya “PENUNGGU BIS BERDARAH”. Serem banget deh pokoknya ..!!”

“Boleh juga tuh. Berapa harganya?”
“seratus ribu, nak”
“Walah, mahal bener harganya, kek”.

“Ya namanya juga buku bagus. Kata orang sih Best seller. Semua yang baca buku ini kabarnya sampe syok loh waktu baca endingnya”, si kakek berpromosi ala salesman.

"Boleh kurang?"
"Buat penglaris sembilan puluh deh mas"

Budi pun akhirnya mengalah, karena memang butuh sekali buku buat mengusir rasa kantuknya. Uang sembilan puluh ribu berpindah tangan.

Entah kenapa, tepat pada saat ia menyerahkan uang tersebut ke kakek tua, tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Angin pun terasa mulai bertiup kencang. Si kakek buru-buru melangkah turun ke bis, namun tiba-tiba berhenti dan menolehkan wajahnya pelan-pelan ke arah Budi.

“Mas”, ujarnya lirih, “apa pun yang terjadi, harap jangan buka halaman terakhir ya. Ingat, apapun yang terjadi. Kalau tidak nanti kamu akan menyesal dan saya tidak bisa bertanggung jawab.”

Jantung Budi berdegup kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu menganggukkan kepala hingga akhirnya si kakek turun dari bis dan menghilang ditelan kegelapan.

Singkat cerita, dua jam kemudian, sekitar pukul satu malam, Budi selesai membaca seluruh buku tersebut. Kecuali halaman terakhir tentunya. Dan memang benar seperti yang dikatakan si kakek penjual, buku itu benar-benar menegangkan dan menyeramkan.

Di luar bis yang melaju kencang, hujan turun dengan derasnya. Kilat menyambar bergantian dan terkadang terdengar suara guruh yang menggelegar. Sejenak Budi melihat berkeliling dan ternyata susana mendadak hening, semua penumpang nampaknya sudah terlelap. Bulu kuduknya terasa merinding.

“Baca halaman terakhirnya gak yah?”, pikir Budi bimbang.

Antara penasaran dengan rasa takut berbaur menjadi satu. Di luar jendela malam tampak makin gelap. “Ah sudahlah, sekalian aja. Nanggung!”

Dengan tangan gemetar ia pun membuka halaman terakhir dari buku tersebut secara perlahan … Dan akhirnya tampak sebuah lembaran kosong dengan sepotong label di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Budi membaca huruf demi huruf yang tercantum: Takut 



- PENUNGGU BIS BERDARAH -
Terbitan CV. Pustaka Buku
Harga Pas: Rp 9.500 ... 

Pada suatu hari seorang gadis muda tengah menunggu di sebuah stasiun kereta di Amerika Serikat dan ia sering lakukan setelah pulang dari sekolah menengah atas untuk pulang ke rumah. Ketika ia sedang menunggu terdengarlah suara seseorang bergumam di belakangnya. Ia berbalik dan melihat seorang wanita duduk di sebuah bangku. Gadis itu menyadari saat itu hanya ada mereka berdua di stasiun tersebut. Wanita itu sangat aneh, pikir gadis itu. Wanita itu berumur 40-an dan duduk dengan tidak tenang. Ia menggoyang-goyangkan badannya ke depan dan ke belakang sambil bergumam, “21. . .21. . .21 . . .”.

Gadis itu bisa melihat kalau wanita itu terlihat agak “stress”, bahkan mungkin gila. Ia berniat untuk mengacuhkan saja wanita itu. Namun wanita itu terus saja bergumam,
“. . .21. . .21. . .21. . .”

Lama-kelamaan gadis itu menjadi penasaran. Ia pun bangkit dari kursinya dan menghampiri wanita itu.
“Ibu, apa yang sedang ibu hitung?”

Wanita itu tak menjawab, bahkan tak menatap gadis itu. Ia hanya terus bergumam,
“. . . .21 . . . .21. . .21 . . . .”

Gadis itu melihat di sekitarnya, mencoba mencari tahu apa yang sedang wanita itu hitung. Di saat yang sama, gadis itu heran. Jika ia memang menghitung sesuatu, mengapa angkanya selalu sama. Kemudian terdengar suara kereta datang, tiba-tiba saja wanita itu menerjang gadis muda dan mendorongnya ke arah rel.

“Aaaaaa!!!” teriak gadis itu, namun terlambat. Kereta yang melaju kencang itu terlanjur menyambar tubuhnya.

Warna merah dari darah gadis itu bercipratan hingga ke dinding dan kursi-kursi di stasiun itu.

Wanita itu kembali duduk seolah tak terjadi apa-apa dan mulai bergumam.
“. . . 22 . . . . 22 . . . 22 . . .” 



Ada sebuah kisah dari Jepang dimana ketika seorang pria terbangun di tengah malam untuk pergi ke kamar mandi. Dia bangun dari tempat tidur dan berjalan sambil meraba-raba dinding menuju ke pintu kamar mandi yang gelap. Saat itu ia tak terpikir untuk menyalakan lampu kamar mandi karena dia sudah tidak tahan untuk buang air. Keadaan kamar mandi dalam keadaan gelap dan ia sengaja membuka pintu kamar mandi sedikit agar cahaya dari luar menerangi dan masuk ke dalam kamar mandi, karena malam itu sedang bulan purnama.
Ketika ia sedang buang air, tiba-tiba ia melihat bayangan seseorang dari luar menuju pintu kamar mandi, ketika matanya tertuju dengan bayangan itu. Tiba-tiba saja bayangan itu makin mendekat dan mendekat ke kamar mandi dan bayangan itu adalah sesosok wanita yang berpakaian kimono, wanita itu tampak terlihat sangat tinggi darinya, tetapi ia memiliki wajah yang tidak jelas, wajahnya seperti di tutupi oleh sesuatu, entah apakah itu? wanita itu diperkirakan sudah tua dan kimononya sudah sangat kusam dan kotor. Wanita itu hanya diam membisu, pria itu mulai bertanya "Apa yang sedang kau lakukan disini, cepat pergi!'', setelah itu tak ada jawaban sedikitpun dari wanita itu. Dan keesokan harinya, pria yang berada di kamar mandi tersebut dinyatakan hilang di dalam rumahnya, dan yang bisa ditemukan hanyalah sebuah jejak kaki yang aneh, yang berjalan seperti menyeret sesuatu dan jejak kaki itu berakhir di dinding rumah.

Setelah kalian membaca kisah ini, maka kalian mungkin akan dikunjungan oleh wanita berkimono ini, dan wanita ini akan datang dalam waktu tiga hari, tepat di malam hari. Jika kalian mendengar ketukan dari luar pintu kamar mandi sebanyak tiga kali di tengah malam, maka kalian jangan segera langsung dibuka, tetapi sebutkanlah sebuah kalimat "Uba Yo Sare". sebanyak tiga kali. Karena kalimat ini akan membuat wanita itu pergi menjauhi kamar mandi kalian, karena kalimat itu adalah nama wanita berkimono tersebut.



Sumber

Burger Shop





Tak seperti biasanya, besok aku ingin sekali pergi ke toko burger. Katanya, di kota ada satu toko burger terkenal yang baru dibuka. Rumor mengatakan, pada hari pembukaannya (yaitu besok) harga burger di toko itu hanya 50 sen per buah. Karena alasan itulah, aku ingin pergi kesana.
Bukankah itu suatu hal yang lumayan, mendapatkan burger yang enak dengan harga semurah itu. Siapa orang yang tak mau mendapatkan kesempatan langka seperti itu? Sepulang kerja, aku langsung merebahkan badanku di sofa. Menonton TV sembari membayangkan kira-kira berapa burger yang sanggup kubeli keesokan harinya. Tapi tak berselang lama, sebuah berita di TV membuyarkan lamunanku.

"Telah terjadi pembunuhan besar-besaran di Panti Asuhan Brownsburry. Anehnya, tak ditemukan satupun mayat di dalam gedung Panti Asuhan tersebut. Hanya terdapat genangan darah di setiap ruangan dalam gedung. Polisi masih mencoba untuk menyelidiki kasus aneh ini dan motif dibaliknya."

'Hmm, cukup aneh. Tapi hal seperti itu takkan membuatku mengurungkan niat untuk membeli burger murah itu besok.' pikirku. Aku lalu mematikan TV dan pergi tidur.

Hari ini adalah hari pembukaan toko burger baru. Saat istirahat makan siang, aku bergegas pergi kesana. Tampaknya bukan hanya aku yang ingin membeli burger murah. Aku melihat beberapa teman kantorku, teman SMA ku dulu, beberapa tetanggaku. Sangat banyak sangat ramai, benar-benar penuh sesak. Aku sempat ragu apakah aku akan tetap mengantre burger. Aku takut jam makan siangku habis hanya untuk mengantre. Lalu aku berpikir, 'Ah, sudahlah. Tak apa sekali-kali datang terlambat.' Aku terus mengantre.

Akhirnya, tibalah giliranku untuk memesan burger.
"Pak, double cheese burger satu."
"Ini dia." Pelayan langsung menyodorkan kantong berisi burger yang masih hangat.
"Whoa. Cepat sekali! Berapa harganya?"
"Sesuai promo, 50 sen."
"Baik, ini uangnya. Terimakasih!"
Aku segera pergi meninggalkan toko burger itu. Antrian terlihat semakin panjang bersamaan dengan kepergianku.

Sesampainya di kantor, aku benar-benar dibuat heran. Sangat sepi, seperti tak ada tanda kehidupan. 'Mungkinkah semua orang pergi ke toko burger itu?' pikirku. Aku bergegas pergi ke mejaku dan mulai melanjutkan pekerjaanku sambil menyantap burger yang baru saja aku beli. Sedap sekali. Dagingnya lembut, sausnya sangat terasa. 'Pantas saja toko itu sangat terkenal di tempat-tempat lain'. Aku terus melahap burger itu.

Hingga mendekati jam pulang kantor, beberapa teman kantorku belum kembali dari toko burger itu. 'Sangat mengherankan, antriannya pastilah sangat panjang.' pikirku. Tak ingin banyak membuang waktu, aku memilih untuk segera pulang ke rumah. Sebenarnya aku punya janji dengan salah seorang teman kantorku, tapi dia belum kembali dari mengantri. Aku lebih memilih untuk membatalkan janji dengannya.
Dalam perjalanan pulang, aku melihat toko itu sudah tutup dan sepi. 'Lalu, kemana perginya teman-temanku?' tanyaku dalam hati. Aku tak bisa tidur dan terus memikirkan hal itu.

Keesokan harinya, aku masih saja memikirkan nasib temanku. Dari kemungkinan terbaik, hingga kemungkinan terburuk. Di kantor, meja temanku kosong. Aku menanyakan tentang hal ini pada beberapa orang di sana, tetapi tak ada seorang pun yang tahu. 'Belum pulang sejak kemarin? Kemana perginya dia?' aku masih saja bingung.

"Hei, apa yang kau lamunkan?" tanya Louis, teman sekantorku.
"Oh. Tidak ada. Tidak ada."
"Ayolah. Setiap kali kau melamun, pasti ada yang sedang kau pikirkan."
"Okay. Baiklah. Ini tentang Marcel. Sejak kemarin sore hingga hari ini aku sama sekali belum melihatnya."
"Kau tahu bagaimana tipikal Marcel kan, Pablo? Dia memang orang yang seperti itu, suka menghilang tiba-tiba. Jangan terlalu mencemaskannya. Oh ya, kau tahu. Harga burger di toko baru itu naik menjadi 1 Dollar."
Aku langsung pergi meninggalkan Louis.

Aku bergegas menuju toko burger baru itu. Aku sudah sedikit melupakan masalah tentang Marcel. Aku hanya ingin membuktikan perkataan Louis.
Ternyata benar juga. Harga burger itu menjadi 1 Dollar. Antrian terlihat tidak sepadat kemarin. Aku sama sekali tak berminat untuk membeli burger, jadi aku langsung kembali ke kantor. Sorenya dalam perjalanan pulang, kulihat toko burger itu sudah tutup sama seperti kemarin.

Keesokan harinya di kantor
"Hei, Pablo! Kau tahu, harga burger di toko itu naik lagi. Sekarang harganya menjadi 1,5 Dollar."
"Lou, bisakah kita berhenti membicarakan burger. Aku masih banyak urusan."
"Oh, baiklah." Louis pergi meninggalkanku
Aku tak tahu harus bagaimana. Tugas kantor sangat banyak, Marcel belum juga kembali, aku benar-benar stress. Tak ada waktu memikirkan berapa harga burger di toko itu.

Hingga akhirnya, tubuhku sudah sampai pada batas ketahanannya. Aku jatuh sakit dan harus dirawat dengan waktu yang lama. Sejujurnya, aku sangat tak ingin dirawat di rumah sakit. Bau obat-obatan membuatku sangat tak nyaman. Aku tak tahu berapa lama aku akan dirawat di sana. Aku juga masih tidak tahu bagaimana kabar Marcel. Hanya Louis dan Julia pacarku, yang menjengukku setiap hari.

Akhirnya, dokter memperbolehkan aku untuk keluar dari rumah sakit. Julia datang menjemputku. Tak seperti biasanya, dia hanya diam. Dalam perjalanan pulang, tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Sesampainya di rumah, dia langsung pergi begitu saja. 'Pasti ada sesuatu yang aneh.' pikirku.
Keesokan harinya, aku kembali pergi bekerja. Kantor terlihat lebih sepi dari biasanya. Aku mencoba bertanya pada seorang temanku.
"Hei, Rachel. Kenapa kantor terlihat sepi?"
"Aku tak tahu, Pablo. Beberapa orang tiba-tiba menghilang. Matt, Andrew, Marie, Katie, dan kau pasti tahu. Marcel. Mereka tak pernah terlihat bekerja kembali."

"Sesuatu pasti telah terjadi, Rachel. Katakan padaku apa yang telah terjadi kemarin."
"Beruntung sekali kau. Aku mencatat hal-hal yang telah terjadi sebelumnya. Kemarin harga burger di toko baru itu 25 Dollar. Kemarin juga hari dimana kau keluar dari rumah sakit setelah 1 bulan dari rumah sakit. Hanya itu."

Aku segera menelpon Julia. Sangat banyak pertanyaan di dalam benakku yang menunggu untuk dijawab. Julia menjawab panggilanku. Dia hanya ingin menceritakannya nanti saat perjalanan pulang. Saat ini dia sedang sibuk. Terpaksa aku mengiyakan keinginannya.
Sorenya, aku pergi menjemputnya di kantor. 'Aneh, kantornya sudah sepi. Terlihat sama sekali tak ada kegiatan. Kira-kira di mana Julia sekarang berada?'

1 jam, 2 jam, 3 jam, 5 jam sudah aku menunggu kedatangan Julia. Aku terus berusaha untuk menghubunginya tetapi tak dijawabnya. 'Apa yang terjadi padanya? Jangan, aku mohon jangan seperti Marcel.' Air mata keluar membasahi pipiku. Aku pergi meninggalkan kantor Julia.
'Pasti semua ini ada hubungannya dengan toko burger baru itu. Aku hanya perlu membuktikannya sesegera mungkin. Aku berjanji.'

Keesokan harinya, aku dan Louis memutuskan untuk menyelidiki toko burger baru itu. Toko itu sudah tutup. Aku memutuskan untuk membuka pintu depan. Pintu itu tak dikunci. Kami berdua menerobos masuk. Salah satu pelayan melihat perbuatan kami.
"Pak, kami sudah tutup."
"Kami berdua hanya ingin memesan burger." kataku
"Maaf, pak. Kami kehabisan daging untuk bahan patty. Terpaksa kami menaikkan harganya dari hari ke hari."

"Kami menginginkan burger dan kau harus memberikannya pada kami. SEKARANG!" Louis mengancam
"Baik, baiklah. Tetapi kalian harus membayar mahal."
Tiba-tiba aku merasakan pukulan benda tumpul mengenai tengkukku. Aku terjatuh ke lantai. Semua menghitam.
Aku merasakan hawa dingin yang tidak biasa. Sangat dingin. Kedua tangan dan kakiku terikat. Sesuatu menutupi mataku. 'Aku harus keluar dari sini. Aku harus!' Aku terus mencoba menggerakkan seluruh tubuhku tetapi tidak bisa.

"Wah wah wah, tampaknya kau sudah sadar." suara itu terdengar seperti suara pelayan tadi.
"Sayang sekali, kami benar-benar tak bisa memberimu burger. Sebagai gantinya, kau akan menjadi bahan patty."
Aku diam.
"Kau tahu anak-anak Panti Asuhan itu? Well, mereka telah menjadi patty dalam burger yang telah kau makan. Kau mau tahu bagaimana nasib Marcel dan kekasihmu Julia? Mereka sudah berada di penggorengan. Mau tahu apa yang terjadi pada Louis? Kami tengah membumbuinya. Kau hanya perlu menunggu waktu untuk masuk mesin penggiling."


Dalam banyak kasus rumah berhantu selalu dikait-kaitkan dengan rumah tua atau rumah yang terbengkalai. Orang-orang yang percaya dengan takhyul atau hal-hal supranatural tentu akan mempercayai konsep hantu dalam rumah itu. Namun, bagi orang skeptis tentu akan menjawab fenomena-fenomena aneh yang terjadi pada sebuah rumah karena rumah itu sudah tua, sehingga mengeluarkan bunyi atau suara yang aneh – beberapa diikuti dengan penampakan – yang menggangu penghuni rumah tersebut. Berikut hal-hal di dalam dan di luar rumah yang mungkin bisa menjelaskan kejadian-kejadian paranormal yang terjadi.

 

Atap Rumah
Tiap rumah pasti memiliki atap, namun bagi rumah tua atap juga bisa menyebabkan suara-suara yang aneh. Terlebih bila atapnya terbuat dari kayu, atau di saat malam yang dingin, di mana atap itu bisa mengeluarkan bunyi-bunyi saat tertiup angin atau bentuknya mulai berubah. Ketika itu terjadi biasanya akan terdengar seperti suara ketukan, langkah-langkah kaki, atau bunya deritan.

Tikus
Rumah tua juga tak luput dengan binatang pengerat yang bernama Tikus. Hama yang satu ini kerap menghuni rumah-rumah tua sebagai sarang dan mencari makanan. Menggerogoti kayu-kayunya, atau berjalan di sepanjang tembok, serta berdecit-decit kecil. Suara Tikus ini biasanya terdengar seperti langkah-langkah kaki di tembok, atau bisikan-bisikan kecil.

Ruang Langit-langit 
Biasanya sebuah rumah memiliki ruangan yang cukup besar di langit-langitnya. Ruangan ini tak jarang ditinggalkan kosong, lembab, dan juga tidak memiliki penerangan yang cukup. Situasi semacam itu tentunya membuat ruangan ini sering diliputi kegelapan, dan di saat seseorang memasuki ruangan itu penglihatan yang mereka miliki jadi terbatas – benda-benda tak bergerak bisa jadi sesuatu yang menakutkan. Sebuah mantel di atas kursi sering terlihat seperti seseorang, atau kain-kain pel yang tergantung terlihat seperti sosok tinggi yang memperhatikan dari kegelapan di ujung mata. Ini juga sering terjadi bagi rumah tua yang memiliki gudang atau ruang bawah tanah.

Kelistrikan
Sekarang sebuah rumah pasti memiliki sambungan listrik yang digunakan untuk penerangan, atau untuk menyalakan peralatan-peralatan elektrik lainnya. Komponen kelistrikan yang mulai rusak, seperti kabel-kabel yang tidak terurus, sambungan yang jelek, dan arus listrik yang tidak stabil bisa menyebabkan peralatan menyala dan mati dengan sendirinya.

Ventilasi 
Ventilasi atau saluran udara dalam sebuah rumah sering mengalirkan udara di sekeliling rumah. Angin yang masuk bisa terdengar seperti gumaman manusia, kadang terdengar seperti sebuah jeritan, ratapan, atau tangisan yang mendayu-dayu. Benda yang tertiup angin juga sering disalahartikan sebagai peristiwa poltergeist, ketika posisinya berubah. Penampakan-penampakan atau gambaran yang menakutkan juga bisa muncul akibat cahaya yang masuk dari ventilasi tersebut.

Saluran Air
Pipa-pipa air yang mulai retak dalam sebuah rumah tua bisa saja terdengar seperti hantaman, ketukan, atau suara-suara aneh yang terdengar dari kejauhan. Kran air yang jelek juga bisa menimbulkan suara-suara ketukan atau langkah kaki, ketika air perlahan menetes dari krannya.

Pemanas Ruangan
Bagi rumah-rumah yang memiliki pemanas ruangan, suara-suara dari pemanas itu biasa terdengar seperti raungan, atau geraman. Tidak jarang pemanas ruangan itu juga mengeluarkan bau yang tidak enak.

Struktur Bangunan 
Struktur bangunan yang salah bisa saja mengeluarkan suara tegukan entah dari mana, pintu yang terbuka sendiri, atau kayu yang berderit, ketika ada udara yang mengalir di dalamnya. Ruangan yang lebih dingin dari ruangan lainnya atau biasa disebut dengan cold spot, juga bisa disebabkan oleh struktur bangunan yang berbeda.

Penghuni Rumah
Pada beberapa kasus, penghuni rumah itu sendiri bisa menyebabkan rumahnya dikatakan berhantu. Cerita-cerita palsu sebagai alasan pindah rumah ke tempat yang lebih baik, atau sekedar iseng menakut-nakuti orang yang mendengarnya. Terakhir, adalah orang-orang yang mempercayai keberadaan makhluk halus itu sendiri.


Kotak Telepon


Kotak Telepon merupakan sebuah ritual untuk berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal. Namun perlu diingat bahwa ritual ini kemungkinan dapat membuatmu merasa terganggu, bahkan dalam bahaya. Jika masih ingin melakukannya, tanggung resikonya sendiri.





Hal-hal yang perlu kamu siapkan;
- Bilik Telepon; sebuah kamar mandi.
- Gagang Telepon; sebuah gelas dari kertas atau karton.
- Kotak Telepon; kardus kecil bekas.
- Kabel Telepon; benang jahit sepanjang 1 sampai 2 meter.
- Sebuah jarum dan gunting.
- Beberapa barang milik pribadi orang yang ingin kamu temui, sebagai kekuatan yang mengisi kotak telepon itu.
- Dan terakhir, secarik kertas, sebuah pulpen, dan sebuah alas untuk membantu menulis di atas kertas itu nantinya.

Panggilan Keluar

Awalnya, tunggu hingga kamu ingin mengakhiri harimu yaitu di malam saat kamu beranjak tidur. Kini setelah hanya kamu sendiri yang berada di dalam kamarmu, hanya ada malam yang gelap dan dirimu. Tak perlu matikan lampu kamarmu, tapi matikan telepon genggam, televisi, radio, komputer, atau pemutar musikmu. Jangan sampai ada yang memecahkan perhatianmu.

Kamu membutuhkan ketenangan sebelum melakukan ini, dan menunggu saat yang tepat. Tidak ada yang dapat menjelaskan kapan saat yang tepat itu datang, karena hanya kamu sendiri yang akan merasakannya ketika kamu siap. Ketika kamu sudah tidak ragu lagi dalam melakukan ritual ini, saat perasaan itu muncul tanpa ada yang mengganjal.
Di saat itulah, kamu bisa mulai menuliskan kata-kata di kertas yang telah kamu siapkan. Jika surat ini tidak selesai dalam waktu satu jam, pergilah tidur dan cobalah esok hari. Jika kamu sudah melakukan hal ini tiga hingga empat hari dan tetap tak mendapatkannya, maka kemungkinan dirimu memang belum siap melakukannya. Cobalah mengontak orang lain, atau beristirahat saja selama beberapa hari. Mencegah agar surat yang kamu tulis itu memiliki keraguan, karena itu hanya akan membuatnya salah sambung.
Setelah menulis surat itu, jangan pernah mengkoreksinya selama menulis – menghapus atau mencoret kata yang salah. Jangan juga mengambil kertas yang lain lagi. Kertas itu merupakan tulisan pertama dan terakhirmu di hari itu. Jelaskan kepada orang itu mengapa dia harus menghubungimu. Jujurlah, keluarkan semua perasaanmu. Itu tidak selalu mudah, tapi jangan terlalu memikirkannya, tulis saja apa adanya. Inilah yang membuatmu harus menunggu saat yang tepat untuk melakukannya. Ingat jika ada keraguan, itu berarti salah sambung. Jangan pernah melanjutkan telepon yang salah sambung. Jika terjadi, yang terbaik adalah membatalkan segalanya.

Ketika kamu sudah melewati tahap ini, ikatkan benang yang sudah kamu siapkan ke barang milik orang itu, dan dengan jarum jahit, tusuk dasar gelas kertasmu. Lepaskan jarumnya, dan buatlah simpul untuk mengganjal benang itu hingga terkait dengan gelas. Kini kamu memiliki sebuah telepon kertas yang biasa dimainkan anak-anak kecil. Jangan siapkan semua ini sebelum kamu berhasil menulis suratmu. Tulis surat itu dahulu, lalu buat telepon kertas.

Setelah itu, baca surat yang kamu tulis dengan keras ke telepon kertas milikmu. Baca sebaik-baiknya agar orang yang berada di ujung telepon bisa mendengarmu – termasuk kata-kata yang salah yang tidak kamu koreksi. Baca saja semua. Ini merupakan panggilan keluarmu. 

Setelah itu, taruh barang dan surat itu ke dalam kotak telepon yang telah kamu siapkan dan tempatkan kotak itu di lantai di mana bilik teleponnya berada – kamar mandimu. Jangan menutupnya rapat-rapat, biarkan saja terbuka sedikit. Jadi benang yang terikat di barangnya bisa keluar dan masih terhubung dengan telepon kertasmu. Lalu, tinggalkan telepon itu di atas kotak itu begitu saja. Kini kamu telah selesai, tutup pintu bilik telepon itu, matikan lampu dan pergilah tidur. Sekarang tinggal menunggu telepon itu berdering.

Panggilan Masuk
Dering telepon yang kamu tunggu akan datang dalam mimpimu, baik tepat di malam itu atau malam-malam berikut setelah kamu melakukan ritualnya. Kamu akan bermimpi orang itu mencoba menghubungimu, dan akan terbangun karena mimpi itu. Biasanya tepat di tengah malam, dan kau akan tahu itu waktunya untuk mengangkat teleponnya.

Jangan nyalakan lampu, dan jangan mengucapkan sepatah kata pun. Bangkit saja dari tempat tidurmu dan masuk ke bilik teleponnya. Jika pintu kamar mandimu masih tertutup dan gelas kertasnya masih ada di atas kotaknya, maka itu sudah berjalan sempurna. Masuk ke dalamnya dengan membuka pintu kamar mandimu sekecil mungkin, dan duduk di dalamnya (bilik telepon yang tertutup sangat penting dalam ritual ini apabila telepon itu berdering ketika cahaya mulai masuk ke kamarmu, karena bilik itu harus tetap gelap). Jika kamu menemukan pintu itu terbuka, atau menemukan gelas kertas itu terjatuh dari tempatnya, batalkan semuanya dan putuskan benang itu. Jangan pernah mencoba menempelkan telepon kertas itu di dekat telingamu. Gunakan gunting jika kamu tidak bisa memutuskan benang itu dengan tanganmu.

Jika kamu berhasil sampai di tahap yang seharusnya, duduklah di lantai dan tempelkan gagang telepon di telingamu sementara tangan yang satunya menutup telinga lainnya untuk membantumu mendengar lebih jelas. Mungkin membutuhkan waktu, tapi tetap jangan berbicara. Jangan bergerak terlalu banyak. Jangan menyentuh kotak teleponnya.
Beberapa orang mengaku mendengar suara dengan jelas setelah menarik dengan pelan benang itu hingga lurus. Ini bisa dilakukan tapi berhati-hatilah agar tidak membuka kotak telepon itu karenanya. Ingat, kotak telepon itu sebagai penerima panggilan dan jika itu terbuka, maka kotak itu harus di biarkan tetap tertutup setidaknya selama beberapa bulan.
Sekali lagi, kamu tidak boleh bersuara, bahkan jika kamu ditanya atau disuruh untuk menjawab. Kamu telah mengatakan bagianmu di panggilan keluar, dan untuk panggilan masuk kamu hanya boleh mendengarnya. Hindari keributan.

Ketika kamu sudah selesai, atau ingin menyudahinya kapan saja, tutup dan tahan penutup kotak itu dengan satu tangan dan tarik benangnya dengan tangan lainnya hingga putus. Dalam keadaan darurat, gunakan gunting. Taruh kotak tertutup itu di suatu tempat yang aman selama beberapa bulan. Kemudian buang gelas kertas itu juga. Lebih baik membakarnya, dan jangan menempelkannya ke telingamu lagi.


Bake-neko


Bake-neko atau Setan Kucing merupakan makhluk supranatural yang ada di cerita rakyat Jepang. Bake-neko sejatinya merupakan kucing biasa yang berubah menjadi setan yang menakutkan. Menurut legendanya, dia bahkan bisa mengubah wujudnya menjadi sesosok manusia. Bake-neko memiliki arti “Kucing Setan” atau “Kucing yang mampu berubah wujud”.

bake-neko


Pada masa yang lampau di Jepang, ada banyak takhyul mengenai kucing. Banyak orang percaya bahwa seekor kucing bisa menjadi kucing setan yang menakutkan, dan disebut Bake-neko, jika kucing itu telah hidup di tempat yang sama selama 13 tahun dan memiliki berat 3 kilogram lebih.
Ada yang bilang Setan Kucing itu bisa berjalan dengan dua kaki layaknya seorang manusia. Juga bisa mengubah wujudnya menjadi manusia, melahap mereka dan mengambil kepribadiannya.
Kisah Bake-neko yang terkenal melibatkan seorang lelaki yang bernama Takatsu Genbei, yang kehilangan kucing yang telah dipeliharanya selama bertahun-tahun tepat ketika kepribadian ibunya mendadak berubah sama sekali. Wanita tua itu menolak untuk makan bersama dan membawa makanannya ke kamarnya untuk dimakan sendiri. Ketika anggota keluarganya penasaran dan mengintipnya, mereka melihat tidak ada yang mirip dengan sosok wanita itu melainkan makhluk seperti kucing raksasa dalam pakaian wanita tua tersebut, tengah mengunyah bangkai binatang. Takatsu, walau benar-benar enggan melakukannya, akhirnya membunuh sosok yang mirip ibunya itu. Sehari berselang tubuh sosok itu perlahan kembali ke wujud kucing peliharaannya yang hilang. Tak lama setelah itu, Takatsu bersedih setelah merobek alas tatami dan lantai papan kamar ibunya. Di sana, dia menemukan tulang belulang ibunya, tersembunyi di sana dengan daging yang telah bersih dari tulangnya.
Kisah terkenal lainnya, disebut “Kucing Setan Nabeshima” yang menceritakan tentang seorang pangeran yang menjadi korban Bake-neko. Suatu malam, pangeran ini berjalan di taman istananya dengan geisha kesukaannya – seorang gadis bernama O Toyo. Mereka lalu tidak menyadari bahwa mereka tengah dibuntuti oleh sesosok makhluk yang mengendap-endap dalam kegelapan.
Setelah pangeran itu hendak beristirahat dan pergi ke kamarnya, Bake-neko diam-diam menyelinap ke kamar geisha itu dan menunggu di bawah tempat tidurnya hingga gadis itu tertidur. Tengah malam, Kucing Setan itu naik ke atas gadis yang terlelap itu dan mencekiknya hingga tewas. Kemudian dia menyeret tubuh gadis itu keluar, menggali sebuah lubang di taman bunga, dan mengubur jasad itu dalam sebuah makam buatannya.
Setelah selesai melakukan perbuatan jahatnya, kucing jahat itu mengubah wujud dan penampilannya menjadi geisha yang telah dibunuhnya itu, dan mengelabui orang-orang. Tiap malam, Bake-neko menyamar menjadi gadis itu, menyelinap ke kamar pangeran untuk meminum darahnya.
Tak lama, pangeran itu mengeluh telah mengalami mimpi yang sangat buruk. Tubuhnya melemah dan wajahnya pucat. Para dokter disibukkan dengan penyakit misterius yang menimpa pangeran dan memerintahkan penjaga agar menjaga kamar pangeran selama dia tertidur. Meski begitu, mendekati tengah malam, para penjaga itu merasa mengantuk sekali. Tak peduli bagaimana mereka mencoba untuk tidak tidur, mereka tidak bisa tetap terjaga.
Akhirnya, seorang prajurit muda yang bertugas di kerajaan datang ke istana pangeran. Ketika dia mendengar tentang kejadian aneh yang menimpa pangeran, dia mengajukan dirinya untuk berjaga dan melindungi pangeran. Ketika tengah malam mulai tiba, prajurit itu melihat para penjaga lain mulai mengantuk, satu per satu dari mereka akhirnya tertidur. Walau mulai merasakan kantuk juga, prajurit itu berusaha untuk tetap terjaga. Merasa kesulitan untuk menahan rasa kantuknya, dia mengambil belati dan menancapkannya di pahanya, agar dia bisa tetap terjaga. Kapan pun dia merasa akan segera tertidur, dia akan memutar pisau itu di lukanya untuk menambah rasa sakitnya sehingga dia tetap terjaga.
Tengah malam itu, prajurit itu melihat pintu geser pangeran terbuka perlahan-lahan. Dari sana, seorang geisha yang cantik diam-diam merangkak masuk ke kamarnya dan berjalan menuju kamar tidur pangeran itu. Prajurit itu kemudian bangkit dengan pisau di tangannya, namun ketika geisha itu menoleh dan melihatnya, dia langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa bersuara, sama seperti bagaimana dia masuk.
Selama tiga malam berturut-turut, prajurit itu berdiri menjaga pangeran yang tertidur, menikam tubuhnya tiap malam agar tetap berjaga. Kesehatan pangeran pun mulai kembali. Ketika prajurit itu menceritakan tentang geisha itu, entah kenapa, pangeran itu menolak untuk mendengarkannya. Dia tak membolehkan seorang pun meragukan kesetiaan gadis kesukaannya itu. Tidak gentar, prajurit itu menyusun rencana untuk menghadapi geisha itu sendirian.
Di tengah larut malam, prajurit itu mengetuk kamar gadis itu. Dia bilang dia membawa pesan untuknya dari pangeran. Ketika gadis itu membuka pintu kamarnya, prajurit itu dengan cepat mencabut belatinya dan mencoba menikam gadis itu, tapi dengan mudahnya gadis itu berkelit menghindari serangannya. Geisha itu kemudian berubah menjadi wujud aslinya, Bake-neko dan menyerang balik prajurit itu dengan geramnya, mendesis dan mengumpat ketika dia berusaha bertahan.
Keduanya terlibat perkelahian yang sengit, tapi ketika prajurit itu mulai memenangkannya, Bake-neko lari menerobos jendela, naik ke atas atapnya, dan terjun ke sebuah taman. Makhluk itu berhasil melarikan diri ke pegunungan.
Keesokan harinya, prajurit itu menceritakan pada pangeran apa yang telah terjadi. Petugas kebun istana mencangkul taman bunga itu dan menemukan jasad dari geisha yang asli. Dirundung duka, pangeran itu kemudian memerintahkan penjaganya untuk memburu Kucing Setan itu. Bake-neko kemudian berhasil dibunuh oleh prajurit muda itu, setelah menemukan kelemahan makhluk jahat itu.


Profil Personil L'arc En Ciel

laruku-10

L’Arc~en~Ciel dibentuk di bulan Februari 1991 dengan Tetsu sebagai bassis sekaligus leader, Hide (sekarang dikenal sebagai Hyde) pada vokal, Hiro pada gitar, dan Pero pada drum.Namun sekarang formasi mereka telah berubah. Hiro pada gitar digantikan oleh Ken, dan Pero pada drum digantikan oleh Yuki. Nama L’Arc~en~Ciel , yang jika diterjemahkan secara harfiah berarti sebuah lengkungan/busur yang berada di langit, dipilih oleh tetsu berdasarkan sebuah film yang ia tonton.
 
Berikut adalah profil lengkap mereka :

Hyde

Nama Lengkap : Takarai Hideto
Nama Panggilan : Hyde, Haido, Daiachirou
Posisi : Vokal
Tanggal Lahir : 29 Januari 1968
Tempat lahir : Wakayama, Osaka ( Kansai )
Hobby : Main Video Game (Bighazard) dan Menggambar
Cita-Cita : Jadi Kamen Rider
Anak ke- : 1 (tunggal)
Kebiasaan Kecil : Suka Menangis (hyde kecil ternyata suka nangis juga toh…hehehe)
Pengalaman kerja : Mister Donut, pengajar drum
Kekurangan : Haido termasuk orang yang buta warna. Karena itulah, karirnya sebagai seniman tidak bisa diteruskan.
Menguasai : Vokal , Gitar
Website : http://www.hyde.com

Ken

Nama Lengkap : Kitamura Ken
Nama Panggilan : Ken
Posisi : Gitar
Tanggal Lahir : 26 November 1968
Tempat Lahir : Osaka
Golongan Darah : AB
Hobby : Belanja dan Mengemudi
Cita-Cita : Jadi Detektif dan Gitaris Hard Rock
Hewan Peliharaan : Kucing
Keahlian : Humoris
Gaya Permainan : Rock
Group Band : L'Arc~en~Ciel (Laruku), Sons of All Pussys (S.O.A.P)

Tetsu

Nama Lengkap : Tetsuya Ogawa
Nama Panggilan : Tetsu, Tet-Chan
Posisi : Bass (Pemimpin Laruku)
Tanggal Lahir : 3 Oktober 1969
Tempat Lahir : Osaka
Hobby : Nonton Anime (Evangelion/Gundam)
Cita-Cita : Jadi Pembalap F1

Yukihiro

Nama Lengkap : Awaji Yukihiro
Nama Panggilan : Yukkie
Posisi : Drummer
Nama Fans : Yukkie
Tanggal Lahir : 24 Desember 1968
Tempat Lahir : Osaka
Zodiak : Sagitarius
Hobby : Main Drum

L'arc En Ciel


laruku-7
Group Name : L’arc En Ciel a.k.a Laruku
Origin : Osaka, Japan
Genres : Alternative rock, Hard rock, Pop rock, Art rock
Years Active : 1991 – Present
Labels : Danger Crue, Ki/oon/SMEJ, Tofu, Gan-Shin
Member : Hyde, Tetsuya, Ken, Yukihiro

L’Arc-en-Ciel (ラルク アン シエル, Raruku an Shieru?, “The Rainbow” in French), usually stylized as “L’Arc~en~Ciel”, is a Japanese rock band that formed in 1991. The group has sold over 13 million albums, 16 million singles, and millions of other units, including videos. They were ranked at number 58 on a list of Top 100 Japanese pop musicians, provided by HMV Japan in 2003, and are among the most influential artists in the Japanese music scene.








History

larc-en-ciel-3
In February 1991, bassist Tetsuya, later band leader, recruited vocalist Hyde along with guitarist Hiro and drummer Pero, and formed a band under the name of L’Arc-en-Ciel. After a year of gaining notoriety in their hometown of Osaka, Hiro left the band on June 12, 1992. Tetsuya convinced his friend Ken to quit his university studies (he was an architecture major at The Nagoya Institute of Technology) and join the band as the guitarist, but soon Pero left the band on December 30, 1992. In 1993, a new drummer, Sakura, joined the band.

On April 1, 1993, the band released their debut album Dune under the indie label Danger Crue. The album was a success and rose to number one on the Oricon indies charts, catching the attention of some major labels. In 1994, L’Arc-en-Ciel signed on with Sony’s Ki/oon division, releasing their second album, Tierra that same year. Heavenly followed in 1995. True, released in 1996, became their first number-one, million selling album. In February 1997, drummer Sakura was arrested for illegal drug possession. He officially quit the band on October 4, 1997. This proved to be the lowest point in the band’s history.



Album
laruku-10
* Dune (April 27, 1993)
* Tierra (July 14, 1994)
* Heavenly (September 1, 1995)
* True (December 12, 1996)
* Heart (February 25, 1998)
* Ark (July 1, 1999)
* Ray (July 1, 1999)
* Real (August 30, 2000)
* Smile (March 31, 2004)
* Dune 10th Anniversary Edition (April 21, 2004)
* Awake (June 22, 2005)
* Kiss (November 21, 2007)

Compilations
* Clicked Singles Best 13 (March 14, 2001)
* The Best of L’Arc-en-Ciel 1994-1998 (March 19, 2003)
* The Best of L’Arc-en-Ciel 1998-2000 (March 19, 2003)
* The Best of L’Arc-en-Ciel C/W (March 19, 2003)
* Quadrinity ~Member’s Best Selections~ (March 10, 2010)
* Twenity 1991-1996 (February 16, 2011)
* Twenity 1997-1999 (February 16, 2011)
* Twenity 2000-2010 (February 16, 2011)

P’unk~en~Ciel

laruku-3
P’unk-en-Ciel (パンク アン シエル, panku an shieru?) is an alter ego of L’Arc-en-Ciel. Introduced in 2004, Hyde takes over guitar, Ken the drums, Yukihiro plays the bass, while Tetsuya performs the vocals. P’unk~en~Ciel’s songs have a more punk sound and their music is usually heavier and faster with a different tone due to Tetsuya’s vocals. Hyde wears a pirate patch over his left eye in P’unk~en~Ciel performances. Yukihiro is known to wear a gas mask; however, this has only been seen once at a live concert during their Smile tour in 2004.

Each member is called in capital letters Tetsu P’unk (now T.E.Z P’unk), Ken P’unk, Hyde P’unk and Yuki P’unk. Each member produces one song of their choice, and they alternate their productions.

laruku
P’unk~en~Ciel is the revisitation of D’ark~en~Ciel, the latter a special event that took place during concerts in the years when Sakura was the drummer. The only official material released from D’ark~en~Ciel is the 18-minute B-side “D’ark~en~Ciel” found on the (then) unreleased “The Fourth Avenue Cafe” single.

P’unk~en~Ciel songs have been recorded and used as b-sides on singles since 2004 and their performances can be found on live DVDs. They also featured television personality Sayaka Aoki in the song “Round and Round 2005″.

P’unk~en~Ciel songs
Recorded versions released on singles:
* “Milky Way”, found on the “Jiyū e no Shōtai” single (Produced by Hyde P’unk).
* “Round and Round 2005″, found on the “Killing Me” single (Produced by Ken P’unk).
* “Kasou Heisei 17 Nen”, (Flower Burial 2005) found on the “New World” single (Produced by Hyde P’unk).
* “Heaven’s Drive 2005″, found on the “Jojōshi” single (Produced by Yuki P’unk).
* “Promised Land 2005″, found on the “Link” single (Produced by Tetsu P’unk).
* “Honey 2007″, found on the “Seventh Heaven” single (Produced by Ken P’unk).
* “Feeling Fine 2007″, found on the “My Heart Draws a Dream” single (Produced by Yuki P’unk).
* “Natsu no Yuutsu (夏の憂鬱) [Sea in Blood 2007]“, found on the “Daybreak’s Bell” single (Produced by Hyde P’unk).
* “I Wish 2007″, found on the “Hurry Xmas” single (Produced by Tetsu P’unk – it also has a PV).
* “Dune 2008″, found on the “Drink It Down” single (Produced by Ken P’unk).
* “Route 666 -2010-”, found on the “Bless” single (Produced by Yuki P’unk).

Commercially released live performances:
* Smile Tour 2004 DVD (“Milky Way”)
* Asialive 2005 DVD (“Round and Round 2005″)
* Are You Ready? 2007 Mata Heart ni Hi wo Tsukero! (またハートに火をつけろ!) DVD (“Honey 2007″ and “Feeling Fine 2007″)
* Tour 2007-2008 Theater of Kiss DVD (Natsu no Yuutsu (夏の憂鬱) [Sea in Blood 2007]” and “I Wish 2007″)
* Tour 2008 L’7 ~Trans Asia via Paris~ DVD (“Feeling Fine 2007″ and “HONEY 2007″)

Sumber

Depapepe

Depapepe


DEPAPEPE (デパペペ) adalah grup musik berasal dari Jepang yang kedua personelnya memainkan gitar akustik. Nama DEPAPEPE sendiri berasal dari gabungan kedua nama pendek dari kedua personelnya. Yakni dengan menggabungkan kata overbite (artinya tonggos dalam bahasa Indonesia) dalam bahasa Jepang adalah Deppa, dan nama dari band Tokuoka sebelumnya yaitu Derupepe. Dibentuk tahun 2002, mereka sempat mengeluarkan tiga album indie sebelum akhirnya mereka bergabung dengan label Sony Music. Mereka berhasil membuat debut major pada tahun 2005 dengan album mereka Let's Go! yang menempati urutan di sepuluh urutan teratas pada Oricon’s Instrumental Artist Debut Chart. Pada kenyataannya, mereka berdua tidak bersaudara, berbeda sekali dengan pendapat sebagian besar fans mereka. Dengan lagu yang mudah diingat, mahir memetik ritme dan penuh gaya semangat, lagu-lagu mereka kelihatannya populer di semua jenis kalangan. Dengan permainan yang cepat, bermain secara mulus, melodi solo, iringan yang energik dan cemerlang tanpa vokal, lagu malah terasa sudah lengkap. Depapepe mempunyai tingkat nada teknik gitar yang sangat lengkap dan kadang-kadang mereka memakai alat musik yang sangat mendasar seperti harmonika, dan lainnya yang dikomposisikan secara pas untuk menambah warna lagu. Lagu mereka secara teknis sulit tetapi kedua orang tersebut dapat memainkannya dengan sangat baik.


Profil Miura Takuya

Miura
Tanggal Lahir : 5 April 1983
Tempat Lahir : Kobe-shi, Hyogo-ken
Posisi : Pemain Rythm
Golongan darah : O
Nama Panggilan : DEPA
Hobi : Menikmati Pemandangan Alam
Bacaan: Onepiece and Beck
Hal Yang Tidak Mau Dilakukan : Bungee Jump
Cita-cita : Menjadi Orang Baik







Profil Tokuoka Yoshinari

Toku
Tanggal Lahir : 15 July 1977
Tempat Lahir : Suma-ku, Kobe-shi, Hyogo-ken
Posisi : Pemain Melodi
Nama Panggilan : PEPE
Hobi : Memancing
Buku Bacaan : Acoustic Guitar Magazines
Cita-cita: Mencapai Titik Bahwa Anda Bisa Memuji Sendiri.





Berikut adalah beberapa album Depapepe :

 

Indie

  • Sky! Sky! Sky! (15 Juli 2004)
    1. Sky! Sky! Sky!
    2. Sabamba
    3. Sazanami (さざなみ)
    4. TIME
    5. Bifuu (微風)
  • PASSION OF GRADATION (2 Desember 2004)
    1. Gekijou Melancholic (激情メランコリック)
    2. DUNK
    3. FRIENDS
    4. Snow Dance
    5. Arigatou. (ありがとう。)
    6. Fun Time
  • ACOUSTIC FRIENDS (20 Juli 2005)
    1. Hi-D!!
    2. La tanta
    3. Mayonaka no Kaitou (真夜中の怪盗)
    4. Suimen ni Uka Bu Kingyobachi (水面に浮かぶ金魚鉢)
    5. Kaze (風)
    6. Itsukamita Michi (いつかみた道)
    7. Komorebino nakade (木漏れ陽の中で )
    8. THIS WAY

Single

  • SUMMER PARADE (20 Juli 2005)
    1. SUMMER PARADE
    2. B.B.D
    3. Old Beach (オールド・ビーチ)
    4. Hoshi no Kazu Dake Negai Todoku (星の数だけ願いは届く)
  • Spur - WINTER VERSION'05/Swingin' Happy X'mas (シュプール -WINTER VERSION'05/Swingin' Happy X'mas) (30 November 2005)
    1. Spur - WINTER VERSION'05 (シュプール -WINTER VERSION '05)
    2. Swingin' Happy X'mas
  • Lahaina (ラハイナ) (15 Maret 2006)
    1. Lahaina (ラハイナ)
    2. Kitto Mata Itsuka (きっとまたいつか)
    3. JAC(K) IN THE BOX
  • Sakura Kaze (桜風) (21 Februari 2007)
    1. Sakura Kaze (桜風)
    2. DAYS
    3. Happy Shine
  • Katana (22 April 2009)
    1. Lahaina
    2. Katana staging Diggy-MO'
    3. HighRock!!
    4. Amaoto (雨音)

Album

  • Let's Go!!! (18 Mei 2005)
    1. Hi-D!!!
    2. START
    3. Wake Up!
    4. MTMM
    5. バタフライ Butterfly
    6. 風見鶏 Weathercock
    7. 時計じかけのカーニバル Clockwork Carnival
    8. 雨上がり After the Rain
    9. Wedding Bell
    10. Over the Sea
    11. いい日だったね。 It was a Good Day.
    12. FLOW
  • Hi!Mode!! (19 Oktober 2005)
    1. 哀愁バイオレット Sorrow Violet
    2. 夕焼けサイクリング Sunset Cycling
    3. Harvest
    4. Tiger
    5. 半月 Half Moon
    6. シュプール Trace
    7. Morning Smile
  • Ciao! Bravo!! (19 April 2006)
    1. キミドリ Kimidori
    2. ラハイナ Lahaina
    3. Judgement
    4. SLOW SUNSET
    5. 寝待ちの月 Moon's Bedtime Waiting
    6. さくら舞う Sakura Dancing
    7. 伯爵の恋 Count's Love
    8. 青春カムバック Youth Comeback
    9. きっとまたいつか (album version) Surely Some Other Day
    10. ブラボー・マーチ Bravo March
    11. SUNSHINE SURF!!
    12. T.M.G.
    13. ラハイナ (mahalo version)
  • BEGINNING OF THE ROAD ~collection of early songs~ (25 April 2007)
    1. 風 '07 ver. Wind
    2. La tanta cha cha cha ver.
    3. Sky!Sky!Sky! '07 ver.
    4. さざなみ splash ver. Sazanami
    5. 木漏れ陽の中で brilliant ver. Sunshine Through the Trees
    6. 真夜中の怪盗 失われた秘宝の謎 Midnight of Phantom Thief and the Lost Treasures
    7. 激情メランコリック 情熱MIX Passion Melancholic Passion MIX
    8. いつかみた道 '07 ver. Some Day I'll Drive
    9. DUNK studio session
    10. Snow Dance winter session
    11. THIS WAY B.O.R. ver.
    12. ありがとう。 for you ver. Thank you.
    13. SINGING BIRD
  • デパクラ (DEPACLA) ~DEPAPEPE PLAYS THE CLASSICS~ (28 November 2007)
    1. パッヘルベルのカノン Pachelbel's Canon in D
    2. 2声のインヴェンション第4番 Bach's Invention No.4
    3. G線上のアリア Bach's Air on G String
    4. ピアノソナタ第8番 ハ短調 作品13 “悲愴”第2楽章 Beethoven's Pathetique Sonata
    5. ジムノぺディ第1番 Satie's Gymnopedie No.1
    6. ボレロ Ravel's Bolero
  • HOP! SKIP! JUMP! (2 April 2008)
    1. FESTA!!
    2. . Ready! GO!!
    3. Great Escape
    4. 禁じられた恋 Forbidden Love
    5. Horizon
    6. 旅の空から、 Travel from the Sky,
    7. Marine Drive
    8. . ROSY
    9. a ボトム
    10. VIVA! JUMP!
    11. GIGIO2
    12. 桜風 Sakura Wind
  • デパナツ (DEPANATSU) ~drive!drive!!drive!!!~ (30 Juli 2008)
    1. ラハイナ(CW version) Lahaina
    2. Sky! Sky! Sky!
    3. Over the Sea
    4. FLOW
    5. SUMMER PARADE
    6. SLOW SUNSET
    7. Happy Shine
    8. 光ノサキへ First Light
    9. さざなみ splash ver. Sazanami
    10. SUNSHINE SURF!!(CW version)
    11. 星の数だけ願いは届く Reach Many Wishes as the Number of the Stars
    12. ひと夏の恋 Summer Romance
    13. Sky!Sky!Sky! '07 ver.
  • デパフユ(DEPAFUYU) ~晴れ 時どき 雪~ (26 November 2008)
    1. シュプール -WINTER VERSION '05
    2. Night & Day
    3. 夕焼けサイクリング Sunset Cycling
    4. Snow Dance winter session
    5. TIME
    6. Dreams
    7. パステル通り Pastel Street
    8. 散歩道 Promenade
    9. DAYS
    10. Morning Smile
    11. 哀愁バイオレット Sorrow Violet
    12. きっとまたいつか Surely Some Other Day
    13. THIS WAY B.O.R. ver.
    14. 晴れ 時々 雪 Sunny Sometime Snowing
  • Do! (3 Juni 2009)
    1. FAKE
    2. KATANA
    3. Sailing
    4. 紫陽花 Hydrangea
    5. HighRock!!
    6. 最後の晩餐 The Last Supper
    7. 二人の写真 Photo of Two Persons
    8. Orange
    9. Dolphin Dance
    10. ジャンボリー
    11. PaPaPa
    12. 真夏の疑惑 Doubt of Midsummer
    13. Quarrel
    14. Mint
    15. Special Lady ~the wedding anthem~
  • デパクラ2 (DEPACLA 2) ~DEPAPEPE PLAYS THE CLASSICS 2 (2 Desember 2009)
    1. 交響曲第九 Beethoven's Symphony No.9
    2. 行進曲 威風堂々 Elgar's Pomp and Circumstance March
    3. 結婚行進曲 Mendelssohn's Wedding March
    4. グリーンスリーヴスによる幻想曲 Vaughan Williams's Fantasia on Greensleeves
    5. アダージョ・ト短調 Albinoni's Adagio by Giazotto
    6. 亡き王女のためのパヴァーヌ Ravel - Pavane pour une Infante défunte
    7. トルコ行進曲 Mozart's Turkish March
    8. 天国と地獄 Offenbach's Orpheus in the Underworld or widely known as Can-Can dance
    9. 夜想曲第2番 Chopin's Nocturne No.2
    10. 主よ、人の望みの喜びよ Bach's Jesu, Joy of Man's Desiring
  • ONE (18 Mei 2011)
    1. 恋水 (Koimizu)
    2. Lion
    3. Beautiful Wind
    4. ONE
    5. Starry Night
    6. Notes for Flora
    7. Route 128
    8. Hello
    9. Wind on the coastline
    10. Pride
    11. Interlude
    12. 白い花 (Shiroi Hana)
  • Acoustic & Dining (3 Oktober 2012)
    1. UNION
    2. ツバメ (Tsubame)
    3. Memories feat. coba
    4. Three Minutes Cooking
    5. SPARK!
    6. あの橋を渡ろう (Ano hashi wo watarou)
    7. Share My World feat. Sin(from Singular)
    8. always
    9. 風薫る (Kaze Kaoru)
    10. Happy Birthday
    11. かがやける日々 (Kagayakeru Hibi)

Soundtrack

  • Night & Day - DEPAPEPE meets HONEY AND CLOVER (ハチミツとクローバー) (11 Oktober 2006)
    1. Night & Day
    2. Pasuteru Doori (パステル通り)
    3. Hachiroku (ハチロク)
    4. Hikari no Sakihe (光ノサキへ)

The Elders Scroll Skyrim Pointer